https://soundcloud.com/awakeningrecords/09-09-for-the-rest-of-my-life

Jumat, 29 Januari 2016

Persahabatan anak Pribumi dan Belanda samapi akhir hayat



                         ‘’ Sarah kau Sahabat terbaik ku ‘’  

        Suatu hari aku bermimpi,  emm....  akan tetapi di dalam mimpi ku itu aku merasa bahwa aku berada di masa lalu yaitu pada masa penjajahan Belanda terhadap Indonesia , di dalam mimpi ku aku berada di suatu ruangan yang hangus terbakar, aku melihat ada dua orang anak gadis, yang satu berbaring di ranjang : rambutnya berwarna hitam panjang dan tebal,kulitnya berwarna sawo matang seperti anak pribumi  ( kurang lebih berusia 11th ), dan yang satunya berdiri di sisinya : berambut pirang  ( kuning terang ) panjang dan kriting, kulitnya  putih seperti anak Belanda ( kurang lebih berusia 11th ). Dan aku melihat ada sebuah buku harian yang terletak di atas meja  buku harian itu berjudul  “ Sarah kau sahabat terbaik ku “. Lalu aku membacanya...
Namaku Erlina aku pindahan dari sekolah Belanda dan bersekolah di Indonesia bersama  anak-anak pribumi lainnya, aku dan keluarga ku harus pindah ke Indonesia karena ayah ku ada tugas di Indonesia dengan terpaksa aku ikut dengan keluarga ku. Hari pertama masuk sekolah aku di jauhi oleh teman-teman sekolah ku, karena aku dianggap anak penjajah tidak satu pun dari mereka ingin bermain atau berteman dengan ku, aku pun terdiam dan duduk sendirian di bawah pohon sambil memandang ke arah teman-teman sekolah ku yang sedang asik bermain, dari arah sebelah  kanan ku aku mendengar ada yang memanggil ku “ Hai.... mau bermain bersama ku? “ aku pun menoleh ke arah dimana ada suara yang menawarkan ajakan bermain, lalu aku memandangnya  wajahnya aku melihat matanya memandang  ke arah ku dengan pandangan yang tulus dan dari senymannya kepada ku yang sangat tulus, dan dia mengulurkan tangannya ke arah ku dan memperkenalkan namanya “ Hai.... namaku Sarah, siapa namamu “ sambil melihat ke arah ku, aku berkata  ‘’ Na.. na..namaku Erlina’’, aku baru melihat seseorang setulus itu menawarkan persahatan dengan ku. Dan sarah memperkenalkan ku kepada kedua orang tuanya, ayah dan ibunya Sarah menerimaku dengan baik,lain hari aku memperkenalkan Sarah dengan keluarga ku, keluarga ku pun memerima Sarah dengan baik untuk bersahabat dengan ku,akan tetapi warga yang lain banyak yang tidak menyukai persahabatan ku dengan Sarah karena kau dianggap mendekati Sarah hanya untuk memanfaat kan Sarah untuk kepentingan bangsa ku, tapi Sarah tetap percaya bahwa aku tidak mungkin melakukan hal itu. Hari demi hari berlalu aku dan Sarah seakan sepasang sandal yang tidak bisa terpisahkan.Pagi hari aku sangat bersemangat untuk  berangkat ke sekolah karena hari ini aku dan Sarah akan menghabiskan waktu bersama seharian untuk merayakan hari persahabatan kita berdua.Sesamapi di sekolah aku mendapatkan kabar bahwa Sarah sedang sakit dan tidak bisa masuk sekolah,sudah 3  bulan  berlalu aku menunggu kedatangan Sarah tapi Sarah juga tidak kunjung menemuiku.
Aku pun berkunjung ke rumah sarah untuk menjenguknya, aku mengetuk pintu rumah Sarah   ‘’tuk..tukk Sarah... ini aku Erlina’’ ibunya pun membukakan pintu, fikir ku ‘’ku kira Sarah yang akan membukakan pintu’’, ‘’ oalah.... Erlina monggo silakan masuk ‘’ kata ibunya Sarah, aku di antarkan ibunya ke kamar Sarah dan aku melihat  Sarah yang sedang berbaring di ranjang kamarnya, air mata ku pun menetes dan tak tahan algi aku menahannya, Sarah yang dulu bertubuh berisi sekarang  sangat kurus,aku pun duduk di sebelahnya dan menyisir rambutnya kusisisr dan kusisir setelah ku sisir rambut Sarah sangat rontok dan tidak seperti dulu lagi rambutnya yang dulu tebal mejadi sangat tips karena rontok yang sangat berlebihan, dan ku lihat darah berwarna merah kental tidak henti-hentinya keluar dari mulut dan hidung sarah, aku bertanya ‘’apakah kau baik-baik saja Sarah ?.....     ( sambil menagis ) ‘’,   Sarah menjawab ‘’aku baik-baik saja sahabat ku ( sambil mengusap ari mata ku yang membasahi pipi ku ) jangan menagis Erlina aku tidak apa-apa ‘’. Semua teman Dokter ayahku dari Belanda di panggil untuk mengobati Sarah tapi dari semua Dokter yang ayahku panggil untuk mengobati Sarah tidak satu pun dapat mengobati penyakit  Sarah, mereka bilang ‘’ tidak ada obat untuk penyakit yang di derita Sarah ‘’.
Tepat pada tanggal 23 April 1935 Sarah berulang tahun yang ke 12  ibu, dan ayahnya Sarah  menghiyas kamar sarah  untuk merayakan ulang tahun Sarah bersama. Aku mendandani sarah dan memakaikannya sebuah gaun berwarba putih yang di berikan nenek ku khusus untuk ku, apabila saudara atua sepupu ku ingin memaki atau menyentuh saja gaun berwarna putih itu pasti sudah ku marahi habis-habisan, dan hari ini aku memaki kan gaun putih itu kepada sahabat ku Sarah. ‘’ malam ini kau sangat cantik Sahabat ku Sarah ’’. Kami pun merayakan ulang tauh Sarah bersam dan memotong lalu memakan kuenya  bersama,  ‘’  tapi ada yang kurang dari ulang tahun Sarah em..... apa ya.. oh iya hadiah ‘’. Lalu ayah dan ibu Sarah pergi untuk membeli hadiah, dan aku menunggu bersama sarah, beberapa menit berlalu terdengar keributan dari luar dan lemparan batu sehingga memecahkan kaca rumah Sarah. Ternyata amukan dari warga,  karena mereka fikir bahwa Sarah telah bersekongkol dengan  orang  Belanda untuk menjajah Indonesia demi kepentingannya sendiri. Aku dan Sarah sangat ketakutan udara panas mulai terasa, ternyata ruangan depan rumah Sarah telah di bakar oleh warga dan aku mengajak Sarah untuk keluar dari rumah akan tetapi Sarah tidak bisa berjalan dan dia menyuruh ku untuk keluar sendiri dan aku tidak mau, aku membantu Sarah untuk berdiri  tetapi dia tidak bisa berdiri karena kaki Sarah sudah tidak bisa lagi berjalan dan api pun menjalar ke kamar Sarah, Sarah menyuruh ku untuk menyelamatkan diri tapi aku tidak mau dan aku memutus kan untuk ‘’ jika kita tidak bisa keluar bersam maka aku tidak akan keluar !!‘’ kami pun saling berpelukkan satu sama lain, kami berdua saling menahan rasa sakit dan panasnya api yang membakar tubuh kami hingga menjadi hangus.
Kemudian ibu dan ayahnya Sarah pulang dan membawa hadiah untuk Sarah mereka pun terkejut mendapati rumah mereka terbakar dan menemukan jazat aku dan Sarah yang sedang berpelukan hangus terbakar api.
Sesudah aku membaca buku harian ini gadis pribumu dan Belanda itu menatap ke arah ku dan tersenyum. Dan akhirnya alaram jam ku pun berdering dan membangunkan ku dari mimpi yang megharukan  antar persahabatan yang sangat tulus.jika ada salah kata dan penulisan yang salah mohon maaf.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar